Tampilkan postingan dengan label produk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label produk. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Juli 2010

Tentang Produk Dalam Negri


Sebenarnya tulisan ini, saya ingin tulis sejak lama dan ternyata banyak juga kok penulis-penulis yang sudah memuat tentang hal ini.

oke langsung saja, sejatinya saya adalah pendukung barang berkualitas, nyaman, dan buatan lokal. banyak barang-barang yang saya punyai adalah produk lokal, karena apa mereka punya kualitas baik banget lhoo.,,seperti baju, tas, sepatu, dan lain-lain kebanyakan sih barang-barang lifestyle atau barang fashion ya disitulah keunggulannya produk kita.

Bahkan tidak jarang saya membeli brand luar yang harusnya diekspor cuma saya dapatkan dengan harga miring pastinya.,hehe (nanti saya akan bahas itu oke diartikel lain) . ya disitulah negara kita ini sebenarnya jadi produsen merk ternama lho..bahkan saya pernah dengar info beberapa brand sepatu Itali membuat sepatunya di cibaduyut..wah2 mungkin boleh jadi kenapa cibaduyut punya model keren untuk sepatu kulitnya mungkin karena beberapa pengusaha sepatu disana menjadi sub produksi brand itu.

cuma klo yang benar2 saya alami dan lihat sendiri adalah ketika saya datang ke tempat klien saya di daerah sukabumi,.ternyata mereka adalah produsen underwear wanita..yang pasti brand terkenal dan barang2nya diekspor untuk pasar eropa dan amerika..ckckckck hebatt negara ini.

yang sebenarnya ini dikarenakan karena

1. kita punya tenaga kerja murah

2. sumber daya alam untuk bahan produksi melimpah

3. pekerja kita mempunyai kemampuan yg baik dalam faktor produksi

nah khusus faktor yg ke 3 saja saya akan bahas, karena apa ??saya rasa kalian harusnya sudah mengerti faktor 1 dan 2 .

oke kenapa kemampuan ???

pekerja kita terkenal detail untuk urusan produksi sehingga menghasilkan barang yang berkualitas, ya kita contoh : kaya kita lihat sepatu cibaduyut saya punya analisa bahwa memang sudah lama cibaduyut itu adalah tempat ini memproduksi sepatu, selain karena dekat garut (produsen kulit) ditambah lagi kemampuan mereka menghasilkan produk-produk yg bagus sehingga membuat produsen atau brand sepatu terkenal luar negri tertarik untuk memproduksinya dicibaduyut,.kelihatan nya apa?? ketika brand luar negri itu memindahkan tempat produksinya,.nah para ex-sub produksen brand luar itu mulai membuat sepatu dengan model dengan standar brand luar itu,.ga percaya lihat lha di taman puring sepatu2 pentofel dengan model itali banyak bertebaran dijual disana dan rata2 dibuat dibandung atau sekitaran cibaduyut.

nah berbeda dengan negara RRC misalnya saya ambil contoh untuk produksi textile bahan sama cuma warna gampang luntur. ini terlihat kemampuan mereka hanya untuk mass production / produksi besar sehingga mengesampingkan kualitas produk, kemudian berita2 yg mencengangkan juga tentang industri disana yg mengindahkan jam kerja..waduh ini mah hubungannya pasti hasil produksi seenaknya yg penting banyak

Cuma disini saya akan coba untuk mengkritisi juga,.ya tapi juga ikut sumbang saran juga sih..hehehehe J

Oke saya merasa produsen kita terlalu focus untuk membuat dengan cara plagiat brand luar,.ya kebanyakan mereka memberikan brand mereka brand luar..ya ga usah saya sebutkan satu persatu kalian tahu dunk merk2nya apa..hehehehe ya sebenarnya ini kan pelanggaran lho.

Kemudian penamaan pasti kebarat2an atau inggris2an,.yah saya sih ga menampik mungkin juga mereka ingin nama mereka mendunia pasar mereka ga ingin yg local tapi menembus pasar dunia ya sah2 saja, saya maklumi itu..karena saya juga melakukan itu ketika saya membuat penamaan toko online saya.

Itu kritik saya walaupun akhirnya saya juga mengkritisi diri saya sendiri,.tidak apa2 kan saya juga merasa masih belajar kok..hehehehehe

Masuk ke solusi :

  1. saya rasa dengan kemampuan produksi dengan kualitas internasional produk kita juga bisa bersaing kok dengan mempunyai nama sendiri tanpa harus menjadi plagiator barang2,. Konsumen menurut saya juga harus diberi pembelajaran karena apa kebanyakan para produden tidak menggunakan nama buatan sendiri tapi brand terkenal karena permintaan pasar brand itu yg sudah menjadi market leader tapi karena untuk membeli aslinya konsumen mempunyai dana yg terbatas mereka menginginkan produk local dengan penamaan brand luar,.ya logikanya sebagai produsen,.produsen akan memproduksi untuk pasar yg seperti ini dunk,.karena apa pasar ini gede banget lho..omzetnya bisa besar klo untuk mengikuti segmen ini, Cuma apa banyak kasus teman2 saya ketika berada diluar negri dan memakai produk ini beberapa dari mereka disita barang tersebut karena terkena pasal barang tiruan,.ya kan emang karena tiruan Ya harusnya pedagang mulai melakukan kreasi sendiri dalam penamaan merk mereka sendiri, produsen tidak usah takut dengan penamaan justrus yang perlu dikembangkan adalah kualitas produk.
  2. peningkatan kualitas berhubungan sama solusi diatas bahwa peningkatan kualitas penting, sering kali saya melihat kualitas local tapi buruk dikualitas, wah ini ancaman lho..kenapa?? jangan kita ikut2 produk cina yang mempunyai kualitas rendah dikualitas, produsen kita harus aktif dan sadar dalam pembuatan berkualitas diproduknya yaa hubungan nya sama konsumen, konsumen tidak buta kok dengan produk yang berkulitas, mereka akan mencari dan membeli produk yang berkualitas apalagi untuk segmen menengah keatas lhoo.
  3. Kemudian solusi yang selanjutnya adalah kreatifitas produk, Negara kita mempunyai banyak ide2 kreatifitas dalam membuat produk atau pun usaha..kreatif disini juga ga melulu produk bisa juga pemasarannya atau bisa juga distribusinya, masyarakat lha sebagai konsumen yg akan memilih kok,.apalagi klo harga untuk produk kreatif yg harusnya biasanya mahal bisa murah karena dikerjakan di dalam negri
  4. Oke ini yg terakhir dari saya, solusinya adalah mulai lha menggunakan produk dalam negri, saya rasa klo ngomongin sampai pemerintah ah..saya terlalu jauh, mungkin dari dalam diri kita dulu,.sadar akan kreatifitas, murah, dan berkualitas produk dalam negri mulai lha belanja produk2 dalam negri yak karena apa..mereka masyarakat kita juga dunk,.kebanggaan kita, dan asset Negara kita. Banyak lha produk2 yg mendunia akibat laku keras dipasaran lokalnya tempat produk itu berasal (ga perlu disebutin dunk..)

selamat berbelanja produk dalam negri kawan...

argo muhardito




Selasa, 11 Mei 2010

Kembali Ke Produk Dalam Negri


Tulisan ini saya tulis bukan untuk menyinggung bagi anda yang sering memakai produk import, tapi semata-mata hanya untuk menginformasikan pada kawan-kawan sesama pengguna internet tentang kondisi yang dialami oleh bangsa kita sekarang.

Oke balik lagi ke-topik kita sebelumnya, kondisi resesi global saat ini benar-benar membuat industri di Indonesia sedang benar-benar terpojok, terutama apa industri yang tentunya yang selalu mengandalkan order atau pesanan dari luar negri, di negri kita ini ternyata banyak lho merek-merek produk dunia di buat di sini, saya benar-benar tidak menyangka, garment, sepatu, otomotif, besi, baja, dan lain-lain.

Simplenya begini, pada saat resesi global nah orderan itu sepi atau mengurangi bahkan ada yang di-stop lho. Wah gawat kan, padahal industri tersebut mempunyai karyawan atau pekerja yang banyak ya ujung-ujungnya apa, ya phk dong. Kondisi ini yang sebenarnya terjadi di Indonesia terus apa hubungannya dengan artikel saya ini, ya sangat lah berhubungan sebenarnya industri di Indonesia terutama industri yang saya sebutkan diatas itu kurang berani untuk melempar produk-produk mereka ke dalam negri, kebanyakan dari mereka mengandalkan orderan luar negri karena omzet dan untung yang sangat besar, ya wajar kan siapa sih yang ga mau untung gede, hari gini lho boss.


Mereka sebenarnya lupa bahwa pangsa pasar di Indonesia itu gede banget, bayangkan kita ambil buyer kita adalah masyarakat di kota untuk industri sepatu, berapa banyak kota-kota di Indonesia, banyak kan, terus jumlah penduduknya, dikali sama berapa pasang sepatu yang mereka butuhkan, banyak kan ga kebayangkan. belum yang penduduk yang dipelosok pedesaan.


Solusi begini bos, kalo masalah keuntungan lebih baik kita sisingkan dulu deh, tapi yang baik adalah bagaimana penyerapan pasar di negri kita, riset perlu juga tuh, saya sendiri bisa juga kok ngerisetnya, maklum skripsi kemaren masih inget.


Kita kategorikan pasar produk kita dengan segmen konsumsi dalam artian begini bahwa orang yang mengkonsumsi produk ini adalah masyarkat umum, ga termasuk industri lho,

Contoh : baju yg kita pakai kan barang konsumsi semua orang butuh baju, sepatu juga ya balik lagi kita ke sepatu, apalagi mungkin makanan juga masuk.


Nah untuk menyerap pasar sesuaikan dengan budjet konsumen kita, kalo konsumen kita orang atas ga masalah kita tingkatkan kualitas produk dengan harga yg mahal, kata n’cik2 diglodok sih bilang “harga ga bo’ong”, bener juga, tapi untuk budjet yang terbatas bikin kualitas produk ya jangan yg low quality klo bisa disebut premium quality, ga usah kita ambil banyak untung disegmen ini, karena harga ngaruh banget untuk segmen terutama menengah ke bawah, ga apa kita untung dikit yang penting berkelanjutan philosophy ngkoh diglodok tuh, emang deh orang cina saya akui top deh untuk urusan bisnis mereka.


Walaupun bagaimana mungkin ide saya ini sudah banyak yang mengeluarkan atau diungkapkan, tapi yang saya lihat dan alami baru dikit ya industri yang berpaling ke segmen dalam negri.

Karena begini saya merasa adanya diskriminasi kualitas produk lho, kenapa yg dibilang bagus harus kualitas export, sni buat apa coba.

Emang apa sih standar yang dibilang bagus. Ada ga sih uji2 produk baru baru dibilang kualitas ini SNI, ada mungkin kale mungkin saya aja yang ga tau.

Cuma dari sini dengan adanya standar ini bisa juga daya tarik bagi produk2 untuk pasar dalam negri. Yang standarisasinya ga disalah gunakan, dalam artian begini dengan adanya SNI kita sebagai masyarakat tau bagaimana produk itu berkualitas, sekaligus juga orang standar SNI ngecek barang yg udah beredar dipasar pada udah standar blom.

Saya berharap semuanya sih industri,pemerintah dengan kebijakan dan aparaturnya, dan masyarakat semua agar berpihak lah pada produk dalam negri.

Hidup Indonesia…


ditulis : argo muhardito

gambar : dari berbagai sumbaer