Senin, 30 Mei 2011

Waspada Dengan Bocornya Informasi Anda


Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan, keluhan dari beberapa teman ym (yahoo messangger) chat saya, terutama mengenai adanya chat yahoo id bernamakan argo_muhardito@yahoo.com , sedikit terpukul sih kok tiba-tiba ada orang yang menyapa teman-teman ym saya dengan menggunakan id seolah-olah itu saya.

Entah apa tujuannya yang jelas itu sangat merugikan, adanya user id yahoo yang mencatut nama email dengan nama saya, jujur apa pun tujuannya itu sangat merugikan, yang jelas ini adalah orang iseng atau orang jahat, bukan kesalahan dari system yahoo.

Kemudian saya menanyakan masalah ini keteman-teman yang peduli di bidang it dan jejaring sosial, dia mengatakan sumbernya adalah kebocoran informasi anda di dunia maya (internet), sehingga mengakibatkan ada saja orang yang akan memanfaatkan nama anda, yang ujung-ujung bisa saja tidak hanya iseng tapi bisa berakibat perbuatan kejahatan.

Facebook, blogspot, myspace, twitter, friendster, pokokknya semuanya just name it, dan beberapa jejaring social ternyata jadi biang keladi kebocoran informasi kita, sering kali kita lupa bahwa tidak semua informasi bisa kita share, tapi malah kita share ke luar lewat jejaring socsal tersebut.

Artikel ini sebenarnya saya buat, bukan sebagai larangan atau kritikan, saya hanya share tentang kewaspadaan kita yang harus ditingkatkan, karena saya sendiri mengalami kebocoran mengenai informasi, sehingga dimanfaatkan oleh id yahoo argo_muhardito@yahoo.com .

Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar dari masalah yang sekarang saya alami,

Kuasai lha  segera email–email  dengan nama anda, baik dari yahoo, hotmail,ymail, gmail, dan lain-lain, ini dimaksudkan agar  anda terhindar dari penguasaan dari user yang bukan sebenarnya nama anda (palsu), teruma provider email yang besar atau popular.

Hati-hati dalam menyebarkan nomor telepon anda, ya apabila memang publisitas adalah bagian dari hidup anda, seperti  misalkan anda merupakan pedagang online sebaiknya pisahkan nomor pribadi dengan nomor untuk kegiatan perdagangan anda, publikasikan hanya nomor telepon untuk kebutuhan publikasi anda, kalau perlu tetapkan jam-jam anda bisa angkat telpon atau sekedar balas sms untuk kegiatan anda (misalnya hanya pas office day dan office hour), kalau nomor pribadi anda sebaiknya jangan dipublikasikan tetapkan nomor itu untuk orang-orang penting secara personal.

Kemudian satu lagi, untuk publisitas sebaiknya gunakan account jejaring sosial memang khusus untuk publisitas, misalkan account nama toko anda, account grup anda, atau mungkin nama anda (misalkan anda artis, seniman, atlit, /khusus publisitas personal) sebaiknya gunakan account memang khusus publisitas, dengan informasi yang dapat disajikan memang khusus untuk konsumsi public saja, account anda pribadi sebaiknya anda khususkan untuk teman-teman pribadi anda, yang memang sudah tahu anda seperti apa. 

Hati-hati memasang foto yang tidak wajar, misalnya mengandung porno aksi, hati-hati karena ketika anda sudah upload gambar tersebut dan orang-orang akan melihatnya, oke mungkin dalam hitungan menit anda sudah menghapusnya, sehingga tidak ada orang yang akan save image gambar tersebut, tapi google dapat merekam jejak anda, walaupun dalam bentuk kecil atau thumbnail saja, dan itu bisa disearch.
 
Waspada dengan statement anda, misalkan status difacebook, twit di twitter, tulisan anda di blog (intinya sih disitus jejaring social yang akun anda miliki) lebih baik jangan membuat kontroversial publik yang bersifat negatif, sehingga akan berdampak negatif dengan akun-akun jejaring sosial anda, dampak yang saya maksud adalah, mudah untuk menjadi incaran orang-orang, kalaupun memang kontroversial sebaiknya anda melengkapinya dengan bukti-bukti yang valid, sehingga tidak terkesan anda asal nyeplos saja.
 

Teliti dalam meng-add
  teman-teman dalam akun jejaring social anda
, saran saya sih hanya add orang-orang yang BENAR-BENAR anda kenal saja, bukan apa-apa terkadang kita terlalu excited atau berlebih, sehingga kita lupa bahwa banyak orang dalam pertemanan dalam dunia maya sebenarnya hanya mempertebal topeng asli mereka, mungkin kalau tidak iseng maybe is ok, but klo mereka memang niat untuk menjatuhkan anda, dengan menyusup difriendlist anda, untuk mengetahui data-data anda.
    Well pada akhirnya, semuanya dikeputusan anda, saya tulis ini karena saya melihat fakta-fakta yang terjadi terutama fakta yang saya alami dan fakta dari kejadian beberapa teman, dari fecebook yang dihack lha, ym dengan nama kita, dan kerugian lain misalkan penipuan dengan atas nama kita, so be smart and secure internet users. Dan jangan lupa id yahoo messangger argo_muhardito@yahoo.com is fake alias adalah palsu.



    Sabtu, 21 Mei 2011

    REVIEW Motor Rasa Sepeda MTB Yamaha AIRTRICKER [www.info-automotive.com]


    Pada awal kemunculannya motor ini adalah sebuah konsep motor, hadir pada sekitar tahun 2001 pada ajang Tokyo Motor Show,  sang pendesign motor ini adalah Takeshi Higuchi, seorang penggila sepeda MTB sejak kecil. Dengan bakat design serta hobinya bersepedakan MTB akhirnya muncul motor ini.


    Pada awal konsep motor ini adalah Higuchi menginginkan sepeda motor dengan penggunaan untuk ditanah  tapi masih dapat dipakai di perkotaan , dengan memiliki berat  yang ringan bahkan siapa saja dapat memakainya serta melakukan trick seperti standing, jumping atau wheelie secara mudah pada kecepatan rendah, aman,  dan mudah digunakan layaknya menaiki sepeda gunung.

    Konsep motor ini memang didesain dengan mesin yang kecil dibawah 500 cc, agar ringan serta mudah dikendalikan, bahkan untuk spek yang 250 cc, berat total hanya 88 kg, nah pada 2004 Yamaha mulai menjajaki dengan mulai memasarkan di pasaran  eropa pada ajang INTERMOT 2004 di munich Jerman.

    Mesin yang digunakan sebenarnya sama seperti mesin Yamaha Scorpio (pasar Indonesia ) Cuma beda di cc yang lebih besar saja (pada motor konsep airtricker), untuk frame motor ini menggunakan serat karbon yang ringan dan kuat, dengan system monoshock vertical dan suspensi depan teleskopik, dengan memadukan gaya MTB sekelas DH (Down Hill) yang dapat diputar 360 derajat karena memakai headstock rotator ganda, dan motor ini memang hanya memuat satu orang saja.
    Dalam perkembangannya motor ini akhirnya dibuat masal dengan nama Yamaha Tricker, bahkan tersedia untuk 125 cc atau lebih kecil, kemudian untuk pasar, Yamaha tampaknya masih memasarkan pada segmen pasar lokal (jepang) dan ranah eropa. Untuk produksi masal spek yang ditawarkan memang berubah, terlihat dengan tidak adanya suspensi depan headstock rotator, karena dapat mengakibatkan harga motor ini melonjak dipasaran.

    Bagi anda para modificator lokal kita tampaknya akan mudah untuk merealisasikannya, untuk mengubah gubahan motor anda menjadi motor ini, misalkan Yamaha scorpio anda menjadi tampak seperti ini, karena secara  type mesin motor ini hampir sama, tinggal masalah kreatifitas dalam mengubah bentuk sasis, dan sangat-sangat layak untuk memodif motor bergaya seperti ini, karena motor ini walaupun sudah diproduksi massal tapi jarang ditemui di Negara yang dipasarkan.

    Argo Muhardito for www.info-automotive.com
    Motor Rasa MTB Down Hill Yamaha Airtricker Tricker review inspirasi modifikasi scorpio z gaya tips tricks mountain bike motorcycle

    Minggu, 24 April 2011

    Catatan Mantan Pe-sepeda yang Kembali Bersepeda



    Geliat naik sepeda 2 tahun belakang sudah digandrungi orang2 Indonesia khususnya Jakarta, betapa tidak sepeda yang kalau kita lihat 3 atau 4 tahun lalu hanya dipakai segilintir orang saja, sekarang mulai merambah kembali.

    Bagi saya yang lahir diera 80-an bersepeda seperti mengenang masa kecil, dimana selalu kemana-mana dengan sepeda, tapi pada tahun 90-an s/d awal 2000-an sepeda seperti mati suri

    Saya ingat betul betapa ketika saya SD, saya dan teman2 saling pamer sepeda kita (waktu jamannya MTB federal dkk) tapi lucunya ketika duduk di SMP sepeda seperti mode transportasi yang cupu, ga keren, atau ga gahul kalau kata anak2 jaman sekarang.

    Apalagi SMA s/d kuliah, ini lha jaman kemunduran bersepeda saya, karena apa? Pastinya ketika saya jaman sma 1999-2006 senangnya dengan motor, terlihat lebih prestise kalau punya motor, walaupun saya sendiri punya motor juga sih, hehehe motor saya jelek vespa super 1976, ya kalau dibandingkan teman2 SMA saya waktu itu yang menggunakan motor jepang seperti supra x, tornado, f1zr, mungkin vespa saya ga ada apa2nya.

    Tapi yang unik apa, geliat sepeda tetap ada dikalangan masyarakat kita, terutama bagi para penggemar sepeda MTB dan Balap, mereka tetap eksis waktu itu sekitar tahun 2000-an awal s/d sekarang, walaupun dulu tidak terlalu terlihat, karena mereka hanya bermain dengan se-agama (sealiran) mereka. Tapi kalau sekarang geliat masyarakat bersepeda terlihat sangat besar, bahkan campur dengan aliran sepeda lainnya.


    Trend sepeda fixie yang mulai menjamur, bahkan sekarang memang sudah menjadi jamur yang mungkin kronis dan trendy (hehehe kaya penyakit aja) dikalangan anak2 ibukota macam Jakarta, ditambah banyaknya aliran sepeda seperti chopper/lowride, bahkan BMX pun juga ikut kembali meraja lela juga,hehehe perasaan ini yang membuat saya senang dimana memori kanak2 saya kembali merasuk dengan sepeda saya.

    Apalagi kebijakan CFD (Car Free Day) dibeberapa kota di Negara kita yang sudah lazim dijalankan tiap minggu, mengakibatkan banyak orang ingin bersepeda sehingga perekonomian akibat sepeda kembali berputar, dimana dulu bengkel sepeda hanya mengerjakan parts2 gerobak saja, sekarang sepeda model apa aja untuk beberapa banyak bengkel sepeda banyak mereka kerjakan.

    Ya semoga semangat sepeda di antara kita bukan hanya sesaat saja, kesadaran bekerja dengan sepeda seperti B2W (Bike to Work), atau kesadaran warisan budaya sepeda seperti yang digagas para ontelis tetap terus lekang tanpa dimakan oleh waktu.
    So ayo kita bersepeda, ya walaupun tidak tiap hari tapi setidaknya weekend kita bersepeda.

    14 maret 2011
    argo muhardito

    for warungsepedamurah.blogspot.com

    Minggu, 27 Maret 2011

    Keselamatan Kerja Milik Semua Orang


    <!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

    Pernahkan anda berpikir bagaimana situasi kerja anda sekarang? Apakah aman? Apakah nyaman? Atau biasa saja? Atau kita hanya merunut takdir bahwa kapan saja maut akan menghampiri kita disela-sela kerja.

    Sebagian kita berpikir untuk menyelesaikan pekerjaan, apapun bidang anda, anda ingin pekerjaan kita tuntas dan mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang telah kita lakukan.

    Apapun jenis pekerjaan kita baik itu dikantor atau diluar kantor atau dipabrik atau dialam terbuka, semuanya memiliki resiko, banyak orang mengatakan bahwa pekerjaan dikantor adalah mempunyai resiko kecelakaan yang sangat kecil,eit,, tunggu dulu apakah anda yakin dengan semua itu? Kita ambil contoh ATK (Alat Tulis Kantor) yang ada dikantor kita, apakah anda yakin dengan keamanannya cutter misalnya untuk memotong kertas, atau mungkin spidol yang anda gunakan apakah baunya tidak menyengat, bahkan untuk beberapa orang akan membuat pusing.

    Kita selalu berpikir bahwa keselamatan kerja adalah hanya untuk pekerjaan-pekerjaan yang berbahaya saja, dalam artian memiliki resiko yang sangat besar terutama kecelakaan, padahal semua resiko kerja apapun jenisnya ada didepan mata kita, dan yang menjadi korban yang paling merugi adalah para pekerja selain dengan kerugian terhadap asset perusahaan yang lain pula.

    Resiko kecil pada pekerjaan sering tidak diindahkan orang untuk memakai alat K3 (kesehatan keselamtan Kerja) dengan sangat memadai, apalagi pekerjaan dengan resiko yang sangat besar, ya harusnya alat sebagai penyelamat pekerjanya yang harus memadai dan sesuai dengan standar juga.

    Jadi intinya kita yang sebagian pekerja berhak mendapatkan pengamanan kerja selain dari alat K3 yang memadai, kondisi kerja yang sehat, serta asuransi kerja dari perusahaan (bila memang perusahaan anda menyediakan). Apabila memang belum terlaksana pada perusahaan anda, kewajiban anda memberitahu pihak perusahaan apabila situasi kerja anda tidak aman atau beresiko dengan kecelakaan kerja, dan saya rasa anda tidak perlu takut asal sesuai dengan jalur yang ada diperusahaan anda.

    Karena apa saya yakin perusahaan-perusahaan di Negara kita sebenarnya ingin menerapkan standar k3 dengan baik dan benar, dan pekerja juga berhak untuk mendapatkannya, tapi karena sesuatu atau lain hal sehingga banyak yang tidak memiliki standar k3 dengan baik dan benar, so try to speak out for your safety,.guys :d

    Argo Muhardito

    Senin, 21 Februari 2011

    Safety by Standard atau safety by Budjet...?

    Sebenarnya ini hanya sebuah akronim saja, tapi juga berarti sindiran bagi perusahaan yang tidak menerapkan safety (K3 / Keselamatan Kerja dan Kesehatan) secara standar kerja nasional (UU Pemerintah RI No. 1 1970) atau aturan dari beberapa departemen yang terkait sesuai bidang perusahaan itu jalani, atau peraturan yang berkaitan dengan resiko yang bakal dialami oleh pekerja dan lingkungannya.

    Seringkali banyak perusahaan akibat terbatasnya bujet untuk alat K3 (terutama untuk PPE/Personal Protective Equipment) mereka beralih ke alat K3 yang tidak standar, sehingga akronim ini sering muncul ketika ditanya standar safety apa yang anda pakai? Apakah SII (Standar Industri Indonesia), ANSI (American National Standards Institute), CE (Conformité Européenne), ANZSIC (Australian New Zealand Standards Industrial Classification), atau bahkan JIS (Japan Industrial Standards). Yang jelas standar yang disebutkan oleh penulis memang sudah terkenal dalam patokan alat-alat yang dipakai dalam standar industri atau kerja di Indonesia.

    Ini memang terjadi, walaupun si-pemakai (user) tahu kalau standar yang dipakai sama sekali tidak memenuhi sandar, tapi karena budjet memang minim, perusahaan sengaja “meng-cut” bujet K3, nah perusahaan dengan kebiasaan seperti ini sering diakronimkan dengan perusahaan “safety by budget”, walaupun memang tidak ada namanya standar dengan bujet (hanya akronim).

    Bagaimana perusahaan dengan kategori “safety by standar”, perusahaan dengan kategori seperti ini tidak akan segan-segan dalam penggelontoran atau pendanaan untuk kegiatan safety mereka sesuai standar safety mereka, baik standar Negara asal (apabila perusahaan asing) ataupun standar nasional, tapi kebijakannya tergantung principal mereka, bahkan ada perusahaan nasional dengan standar safety asing, karena mereka memakai jasa sumber daya manusia ekspat (orang asing) atau pun karena mereka bekerja dilingkungan lingkup perusahaan asing, tapi ada juga bebarapa perusahaan local yang memang benar-benar sudah menerapkan K3 secara proporsional.

    So, pilihan sebenarnya ditangan pemangku kebijakan pada perusahaan, apakah “safety equipment” yang akan dipakai hanya sekedar pemantas saja (agar kelihatan aman) atau memang K3 sudah menjadi habit serta kebiasaan perusahaan.

    Argo Muhardito